Kekalahan memalukan diderita tim nasional Indonesia saat dicukur habis 0-10 oleh Bahrain. Selain karena memang kalah kelas, hasil itu disebut Bambang Nurdiansyah akibat kesalahan kolektif banyak pihak.

“Secara materi pemain Indonesia memang kalah kelas. Menurunkan pemain muda kurang pengalaman dalam event yang luar biasa besar adalah keputusan PSSI yang terlalu berani,” ungkap Bambang Nurdiansyah saat dihubungi detikSport, Kamis (1/3/2012) siang WIB.

Indonesia bisa dibilang tampil dengan kekuatan seadanya saat menjalani pertandingan terakhir babak Kualifikasi Piala Dunia 2012. Dengan PSSI tetap pada pendirian untuk tidak menyertakan pemain yang klubnya berlaga di Indonesia Super League (ISL), skuad timnas mengalami perubahan lebih dari 90%.

Bahkan, nama-nama seperti Muhammad Taufiq, Rendy Irawan, Slamet Nurcahyo, Andi Muhammad Guntur adalah pemain debutan di timnas Indonesia.

Kondisi tersebut berujung tragis buat Pasukan Merah Putih. Bahrain menggila dan total menggelontor gawang Indonesia sampai 10 kali.

Dilanjutkan eks pelatih timnas U-23 itu, apa yang terjadi dengan timnas kini merupakan hasil dari kacaunya kondisi persepakbolaan tanah air. Kondisi tersebut tercipta karena kesalahan kolektif yang dibuat banyak pihak.

“Ini menjadi momen untuk menyoroti kondisi sepakbola Indonesia sekarang. Ini adalah kesalahan kolektif yang dibuat oleh banyak pihak,” kata pelatih yang kini menangani klub ISL, Persiram Raja Ampat itu.

“PSSI egois memutuskan hanya memilih pemain dari satu kompetisi.Akibatnya pemain-pemain terbaik yang dimiliki oleh Indonesia tidak dapat bergabung membela timnas.”

“Oleh karena itu sekarang ini saya minta agar semua pihak bisa malakukan konsolidasi agar tidak ada lagi perselisihan, tidak ada lagi IPL dan ISL. Semua demi sepakbola nasional,” tuntas dia.

Posted with WordPress for BlackBerry.