Kejaksaan Agung akhirnya menahan mantan pegawai Ditjen Pajak, Dhana Widyatmika. Penahanan oleh Kejagung adalah bagian dari sederetan peristiwa yang membuat Dhana sangat shock.

Dhana telah dijadikan tersangka oleh Kejagung sejak 16 Februari 2012. Kejagung juga telah memohon kepada Imigrasi untuk mencekal Dhana ke luar negeri. Atas permintaan itu, per 21 Februari 2012 Imigrasi mencekal Dhana selama 6 bulan. Dhana dijerat dengan pasal 2, 3, dan 5 UU Tindak Pidana Korupsi.

Ditengarai sebagai PNS yang melakukan transaksi dalam jumlah besar, Dhana langsung menjadi target Kejagung. Tanpa memberikan penjelasan terlebih dahulu, Kejagung langsung menyita beberapa harta milik Dhana Widyatmika. Ada uang, emas, hingga 17 truk yang diamankan. Jumlahnya pun diprediksi mencapai miliaran.

Kejagung juga menyita uang pecahan dolar dan rupiah yang diduga hasil kejahatan. Kejagung juga menyita sertifikat berharga milik Dhana. Penyitaan sertifikat ini juga berbarengan dengan penyitaan uang milik Dhana dengan pecahan rupiah maupun dolar.Emas milik Dhana juga disita oleh Kejagung seusai penggeledahan di rumahnya.

Tak hanya itu, mobil Daimler Chrysler bernopol B 907 DA milik Dhana juga disita. Bersama mobil mewah ini, Kejagung juga menyita 17 truk dari showroom yang diduga milik Dhana.

Dhana kemudian mengakui sudah menjalankan bisnis sejak sebelum kuliah di Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN). Kejagung tak mempercayai pengakuan Dhana melalui pengacaranya Daniel Alfredo. Kejagung pun terus mengejar asal-muasal kekayaan Dhana yang diyakini mencapai Rp 60 miliar. Rupanya, orang tua Dhana seorang perwira TNI dan pernah menjadi atase pertahanan di Eropa

Kejagung terus memburu harta-harta Dhana. Tanpa memberikan keterangan terlebih dahulu, Kejagung langsung memblokir 5 rekening milik Dhana. Aset total Dhana di tabungan senilai Rp 400 juta. Ditambah dengan rumah dan tempat usaha, aset Dhana yang terkahir didapat Kejagung berkisar Rp 1,2 miliar. Dhana mengakui uang dan aset tersebut diperoleh dari mertua dan orangtuanya.

Dana memang banyak meneruskan usaha orang-tuanya. Di majalah Tarbawi terbitan 21 September 2007, edisi 164 Th.8, Dhana disebut sebagai Lelaki di Pintu Surga. Dhana kala itu masih bersekolah di STAN dan merawat ibunya yang gagal ginjal. Kisah Dhana di majalah itu, menyebar di berbagai media sosial, baik Facebook maupun twitter. Termasuk juga lewat email-email. Tidak heran bila kemudian jaksa menyinggung soal kisah itu.

Isi majalah Islami itu, menulis soal ketaatan Dhana pada agama dan kesetiaan dia menjaga ibunya yang mengalami sakit ginjal pada 1995-2004. Dikatakan dalam majalah tersbeut, Dhana selalu setia menemani sang ibu yang dua kali dalam seminggu harus cuci darah. Ibunda Dhana bernama Sundari ini divonis gagal ginjal. Saat ini Dhana masih duduk di tingkat dua STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Dhana harus terus berjuang merawat ibunya, sementara rasa dukanya selesai akibat kehilangan ayah pada 2 tahun sebelumnya.

Namun cerita sendu ini tak membuat Kejagung patah arang. Kejagung terus melanjutkan pemeriksaan Dhana karena meyakini banyak pihak lain terlibat dalam kejahatan yang dilakukan Dhana.

Setelah melakukan pemeriksaan terakhir pada Jumat (2/3) selama lebih kurang 10 jam, Kejaksaan Agung akhirnya menahan Dhana Widyatmika. Dhana ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung. Kejagung menduga kuat ada kejahatan yang dilakukan Dhana.

Kuasa hukum Dhana langsung mengajukan penangguhan penahanan. “Kami untuk langkah hukum selanjutnya akan melakukan permohonan penangguhan penahanan. Anaknya masih kecil, dia besok juga mau ulang tahun, dia kelahiran tahun 1974,” kata kuasa hukum Dhana, Daniel Alfredo, setelah pemeriksaan Dhana di Kantor Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Jumat (2/3/2012), malam.

Dan rentetan peristiwa-peristiwa berat yang dialami Dhana ini membuatnya sangat Shock. Tak hanya Dhana, istri dan anak-anaknya pun ikut berduka. Dhana ditahan oleh Kejaksaan Agung tepat pada malam sebelum perayaan ulang tahunnya. Ulang tahun Dhana semestinya dirayakan hari Sabtu (3/3/2012) ini di rumahnya.

“Dhana sangat shock,”kata Alfredo, sebelum mengantarkan Dhana ke tahanan,semalam.

Posted with WordPress for BlackBerry.