Meski kerap bertindak negatif di luar lapangan, secara garis besar Mario Balotelli tampil apik musim ini. Berbekal itu, Super Mario pun ingin bisa tampil di Piala Eropa bersama timnas Italia yang dicintainya.

Balotelli boleh dibilang bukan pilihan utama di barisan penyerang Manchester City. Roberto Mancini kerap merotasinya dengan Edin Dzeko sebagai pendamping Sergio Aguero di lini depan.

Tapi Balotelli selalu menjaga kepercayaan yang diberikan Mancini dengan mencetak 11 gol dari 17 penampilannya di Liga Inggris. Ia pun selalu mencetak gol ketika sembilan kali dipasang sebagai starter. Striker 21 tahun itu adalah topskorer ketiga klub setelah Aguero (16 gol) dan Dzeko (13 gol).

Itu sudah menunjukkan betapa produktifnya Balotelli dan kualitas yang ia punya sebagai salah satu pesepakbola muda yang dimiliki City dan juga Italia. Ya satu hal yang memang belum bisa Balotelli perlihatkan adalah kemampuaannya saat berseragam Azzurri.

Sejak debutnya Agustus 2010, kesempatan Balotelli belum banyak bersama negaranya. Ia baru mencetak satu gol dari tujuh kali dipanggil oleh Cesare Prandelli. Bahkan ia tidak diikutkan saat Italia menghadapi Amerika Serikat dua pekan lalu, karena kasus injakannya pada Scott Parker.

Demi menjaga kansnya untuk tampil di Piala Eropa musim panas nanti, Balotelli pun sudah berjanji ingin memperbaiki sikapnya dan terus mempertahankan performa apiknya di klub.

Apalagi Prandelli boleh jadi mengharapkan dirinya bisa jadi striker utama Italia menyusul cederanya Antonio Cassano dan Giuseppe Rossi.

“Saya selalu memikirkan mengenai Piala Eropa,” ujar Balotelli di Football Italia.

“Saya kecewa tidak dipanggil saat laga persahabatan kontra Genoa. Ada kode etik yang saya hormati, meskipun jika saya pikir bahwa saya tidak pantas tidak dicoret,” sambungnya.

“Itu membuat saya sedih dan bagi saya tidak yang lebih menantang selain memakai jersey timnas karena ada emosi ketika saya mewakili Italia,” pungkasnya.

Sumber : detik.com

Posted with WordPress for BlackBerry.