Pemerintah akan menaikan harga BBM subsidi Rp 1.500/liter April nanti. Selain karena harga minyak naik tinggi, harga bensin premium di Indonesia paling murah.

Data yang dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Jumat (16/3/2012), harga premium di Indonesia paling murah dibanding negara-negara tetangga sehingga rawan diselundupkan.

Harga eceran premium dan solar di Indonesia Rp 4.500 per liter, sementara di Malaysia harga premium 1,90 RM (Rp 5.753), Filipina 56.5 peso (Rp 12.147), dan Singapura 2.150 dolar Singapura (Rp 15.695). Karena lebih murah, para penyelundup justru menikmati perbedaan harga ini dan merugikan keuangan negara.

Saat ini sedang berlangsung pembicaraan guna pengambilan keputusan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) antara pemerintah dan DPR. Rencana tersebut dimaksudkan untuk memperkokoh perekonomian nasional sekaligus memperkuat program perlindungan sosial.

Pemerintah dalam situs tersebut menyatakan, selama tahun 2003 dan 2004 harga premium Rp 1.810 per liter, pada 1 Maret 2005 menjadi Rp 2.400, kemudian pada 1 Oktober 2005 menjadi 4.500, naik hampir 300% dari harga sebelum Maret 2005.

Harga kembali naik menjadi Rp 6.000 pada 24 Mei 2008. Pemerintah lalu menurunkan secara bertahap dan pada 29 Januari 2009 sampai kini harganya Rp 4.500.

Saat harga tertinggi 2008, kita ketahui terjadi krisis finansial yang berdampak pada nilai tukar rupiah dan inflasi. Saat itu, terlihat dampak krisis keuangan jelas terlihat pada nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS, bahkan sempat mencapai Rp 10.000/US$ pada minggu kedua Oktober 2008.

Sementara saat ini meroketnya harga minyak sudah mencapai US$ 122/barel. Rata-rata harga minyak mentah Indonesia pada Januari 2012 pun sudah US$ 115/barel, lebih tinggi daripada patokan harga minyak di APBN 2012 sebesar US$ 90/barel.

Jika harga minyak terus di atas harga patokan, bisa dipastikan subsidi BBM di APBN 2012 yang dialokasikan Rp 123,59 triliun bakal tidak terbendung.

Pada 2011, realisasi subsidi BBM sudah mencapai Rp 165,2 triliun, atau Rp 40,5 triliun lebih besar daripada target di APBN-P 2011 yang dipatok Rp 129,7 triliun.

Pemerintah sendiri saat ini sedang menyediakan opsi besaran penaikan harga BBM, agar menjadi kebijakan yang tepat sasaran. Terhadap rencana kenaikan itu, Kementerian Keuangan juga mempersiapkan revisi Undang-Undang 22/2011 tentang APBN 2012.

Posted with WordPress for BlackBerry.