Pengertian Idiologi
Idiologi berasal dari bahasa latin yaitu edios artinya gagasan atau konsep dan logos artinya ilmu. Jadi secara umum idiologi adalah sekumpulan gagagsan, ide, keyakinan, dan kepercayaan yang menyeluruh.
Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka
Sebagai idiologi terbuka Pancasila memiliki 4 dimensi, yaitu :
Dimensi idealitas artinya idiologi yang mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dimensi normatif artinya nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila perlu diajarkan dalam suatu sistem norma, sebagaimana terkandung dalam norma-norma keagamaan.
Dimensi Realistis artinya idiologi mengandung nilai-nilai dasar yang bersumber dari nilai-nilai yang riil atau nyata dalam kehidupan masyarakat.
Dimensi Fleksibelitas mencerminkan kemampuan suatu idiologi dalam menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat.
Kedudukan dan Fungsi Pancasila
Pancasila sebagai dasar negara
Pancasila sebagai dasar negara berarti pancasila merupakan norma dasar atau kaedah negara yang fundamental sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara.
Pancasila sebagai pandangan hidup
Pancasila sebagai pandangan hidup artinya pancasila digunakan sebagai penunjuk arah untuk semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan didalam segala bidang.
Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa
Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa memberi corak khas yang membedakan bangsa indonesia dengan bangsa yang lainnya.
Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa
Pancasila sebagai tujuan bangsa artinya nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan nilai-nilai luhur yang dicita-citakan dalam mewujudkan kehidupan yang sejahtera lahir dan bathin.
Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa
Pancasila merupakan perjanjian luhur bangsa yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa dan oleh karena itu pancasila menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
Pancasila merupakan kaidah hukum negara yang secara konstitusional mengatur negara.
Proses Perumusan Panacasila sebagai Dasar Negara
Lahirnya pancasila diawali dengan terbomnya kota nagasaki dan hiroshima kemudian perdana menteri jepang menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia. Kemudian dibentuklah BPUPKI ( Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dokoritsu junbi cosakai pada tanggal 29 april 1945 dengan ketua radjiman wedyoningrat. Tugas BPUPKI adalah menyelenggarakan pemeriksaan tentang hal-hal penting, rancangan-rancangan, dan penyelidikan yang berhubungan dengan usaha mendirikan negara indonesia merdeka.
Pada sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 mei-1 juni 1945 yang membahas dasar negara. Pada tanggal 29 mei Muh.Yamin mengemukakan pendapatnya tentang dasar negara, kemudian pada tanggal 31 Mei, dan pada tanggal 1 juni Ir.Soekarno mengemukakan 5 pendapatnya yang ia sebut dengan nama Pancasila. Oleh karena itu, tanggal 1 juni 1945 dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila.
Setelah sidang pertamanya, BPUPKI membentuk panitia sembilan yang diketuai oleh Ir.Soekarno yang berhasil membuat piagam jakarta atau jakarta charter pada tanggal 22 juni 1945.
Setelah BPUPKI dibubarkan kemudian dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dokoritsu junbi inkai pada tanggal 7 agustus 1945 dengan ketua Ir.soekarno dan wakilnya Muh.Hatta.
Pada sidang pertama PPKI, Muh.hatta mengsulkan untuk mengubah kalimat “ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi penduduk-penduduknya” dengan Ketuhanan yang Maha Esa. Pengubahan kalimat ini disetujui dan akhirnya bersamaan dengan penetapan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945, Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara. Rumusan dasar negara yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut :
Ketuhanan yang Maha Esa
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimp[n oleh hikmah kebiajksanaan dalam permusyawaharah dan Perwakilan
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Tipe-tipe Idiologi
Idiologi tertutup adalah idiologi yang dianggap sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus diterima sebagai sesuatu yang sudah jadi dan harus dipatuhi, contohnya idiologi komunis, idiologi fasisme dan idiologi agama
Idiologi terbuka adalah idiologi dengan nilai dasar dan nilai instrumental yang dipertanyakan dan disesuaikan dengan prinsip moral yang berkembng dimasyarakat. Contohnya idiologi liberal dan idiologi pancasila. Idiologi pancasila merupakan idiologi yang dianut oleh bangsa indonesia yang bersumber dari nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila.

Posted with WordPress for BlackBerry.