PENGERTIAN SAKELAR

Tujuan :Dapat membedakan sakelar manual dengan sakelar otomatis.

Teori Umum:Yang dimaksud dengan sakelar adalah komponen untuk memutuskan atau menghubungkan dan merubah rangkaian listrik baik berbeban maupun tidak ber- beban.

1.Sakelar yang langsung digerakkan oleh tangan antara lain :
– Sakelar untuk instalasi penerangan
– Toggle ( Tongkat )
– C a m, dll.

Setiap sakelar yang digerakkan oleh orang, sakelar itu langsung dapat menghubungkan atau memutuskan suatu rangkaian listrik, maka sakelar itu disebut sakelar manual.

2.Sakelar otomatis adalah :
Bila terputusnya atau terhubungnya rangkaian itu dilakukan oleh sakelar, tetapi yang tidak langsung digerakkan oleh orang maka sakelar itu disebut sakelar otomatis.

Sakelar otomatis antara lain :
2.1.Dimana karena adanya perubahan temperatur dengan bantuan bimetal strip, sakelar itu dapat menghubungkan atau memutuskan rangkaiannya sendiri.

Sebagai contoh dapat kita lihat pada :
Seterika listrik
Kompor listrik
Almari es, dll.

Sakelar magnet
Bila sakelar karena perubahan temperatur itu digunakan untuk mengontrol beban yang berat ( misalnya motor – motor ), maka sakelar tersebut harus bekerja sama dengan sakelar-sakelar yang lain, misalnya :
Sakelar yang digerakkan oleh kemagnetan yang diakibatkan oleh arus listrik yang selanjutnya disebut elektro magnetik kontaktor.

PENGAMAN BEBAN LEBIH

PETUNJUK :
Beban dalam teknik listrik misalnya beban mekanik dari motor – motor listrik, atau berupa tahanan-tahanan ataupun merupakan lampu-lampu, akan tetapi lebih mudah berfikir bahwa yang dimaksud dengan beban adalah arus listrik, karena setiap penambahan beban berarti adalah penambahan arus.
Kemudian setiap penambahan arus ini akan mengakibatkan timbulnya panas yang lebih besar. Kita akan mengingat rumus :

Panas = I2 Rt Joule

Sehingga panas itu berfungsi kuadrat dari arus, jadi bila arus itu naik menjadi 2 kali maka panasnya akan naik 4 kali.
Untuk melindungi rangkaian itu dari panas yang berlebihan maka dipasanglah pengaman beban lebih.
Pengaman beban lebih itu ada yang kerjanya cepat dan ada yang lambat. Untuk pengaman motor-motor listrik dipilih pengaman yang bekerjanya lambat, sebab motor waktu start mengambil arus yang besar, dapat mencapai 6 kali arus nominalnya hingga bila diambil pengaman yang bekerjanya lambat tidak akan memutus pengamannya, tetapi sebaliknya bila mempergunakan pengaman beban lebih yang bekerjanya cepat maka pengamannya akan putus setiap motor start.
Untuk mengamankan motor kita mengenal dua macam pengaman beban lebih. Biasanya pengaman ini disebut Thermal Over Load.
Thermal Over Load diberi simbol seperti gambar dibawah ini :

Kedua macam pengaman beban lebih ini adalah :

1.Berdasarkan mencairnya timah.

Cara kerjanya sebagai berikut :
Bila pengantarnya dialiri arus lebih maka porosnya akan menerima panas yang melampui hingga timah yang ada pada bak akan mencair. Dengan mencairnya timah ini maka pegas akan menarik roda dan roda itu berputar hingga memutuskan kontak kekawat kontrol. Kontak kekawat kontrol itu dapat disambungkan kembali dengan menekan tombol tekannya ( Reset Button ), bila timahnya masih cair akan tetap kembali membuka karena gaya pegas.
Keuntungannya adalah orang tidak dapat merubah batas ukurnya yang sudah ditentukan, sedangkan kerugiannya adalah bila akan merubah batas ukurnya harus mengganti elemen pemanasnya.
Gambar dibawah ini adalah gambar prinsip kerja dari pengaman beban lebih berdasarkan mencairnya timah ( gambar 2 ).

2.Pengaman beban lebih yang menggunakan Bimetal strip.

Pesawat ini bekerjanya berdasarkan muai panjang dua buah logam karena pengaruh panas. Perhatikan baik-baik gambar dibawah ini ( gambar 3 ).

Bila resistance ini dilewati arus lebih besar dari arus nominalnya, maka bimetal strip pada bagian bawah akan melengkung kekiri dan membawa lengan kontak pada bagian bawah tertarik kekiri dan kontaknya akan terlepas. Selama bimetal strip itu masih panas, maka bagian bawah tetap terbawa.

Posted with WordPress for BlackBerry.